Senin, 29 April 2019

Cara Penanaman Pohon Karet Yang Baik Dan Benar

Dalam dunia pertanian karet terbukti lumayan menjanapabilan, karea terbukti karet ini menjadi bahan dasar tipe produk yang ada. Dalam urusan memelihara pastinya karet lebih mudah dibandingkan dengan sawit yang terbukti sedikit lebih kompleks dari pada karet bak itu dari sisi penanaman ataupun perawatan, karet juga bisa mengirit sedikit lahan ketimbang sawit yang membutuhkan lahan yang lebar untuk menanam sawit yang lebih tak sedikit , faktor ini jelas. Coba kamu lihat sawit itu sendiri mempunyai poho yang besar-besar dan dan yang menjutai kemana-mana. dilihat dari sisi harga pun sngat jauh tak sama pastinyaa karet tetap mendominasi.

Cara Penanaman Pohon Karet Yang Baik Dan Benar


Untuk menanam ladang karet dengan hasil yang sangat keren pastinya tidaklah udah wajiblah di butuhkan ketekunan dala faktor tanam menanam dan membutuhkan waktu yang lumayan lama tak lebih lebih kurang lebih 6-7 tahun baru kami bisa mulai awal menyadap karet .

Dalam penanaman pohon karet ada berbagai faktor yang wajib kami perhatika antara lain :

Seleksi bibit

Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu diperbuat seleksi bibit untuk mendapatkan bahan tanam yang memeliki sifat-sifat umum yang baik antara lain : berproduksitinggi, responsif kepada stimulasi hasil, resitensi kepada serangan hama dan penyakit daun dan kulit, dan perbaikan luka kulit yang baik. Berbagai syarat yang wajib dipenuhi bibit siap tanam merupakan antara lain :
- Bibit karet di polybag yang telah berpayung dua.
- Mata okulasi sangatlah baik dan telah mulai bertunas
- Akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral
- Leluasa dari penyakit jamur akar (Jamur Akar Putih).

Kebutuhan bibit

Dengan jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai), diperlukan bibit tanaman karet untuk penanaman setidak sedikit 476 bibit, dan cadangan untuk penyulaman setidak sedikit 47 (10%) jadi untuk setiap hektar kebun diperlukan setidak sedikit 523 batang bibit karet.

Penanaman

Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musim penghujan yakni antara bulan September hingga Desember dimana curah hujan telah lumayan tak sedikit, dan hari hujan telah lebih dari 100 hari. Pada saat penanaman, tanah penutup celah dipergunakan top soil yang telah dicampur dengan pupuk RP 100 gram per celah, disamping pemupukan dengan urea 50 gram dan SP - 36 sebesar 100 gram sebagai pupuk dasar.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan yang umum diperbuat pada perkebunan tanaman karet meliputi pengendalian gulma, pemupukan dan pemberantasan penyakit tanaman.

Pengendalian gulma

Areal pertanaman karet, baik tanaman belum
menghasilkan (TBM) maupun tanaman telah menghasilkan (TM) wajib leluasa dari gulma semacam alang-alang, Mekania, Eupatorium, dll jadi tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Program pemupukan

Selain pupuk dasar yang telah diberbagi pada saat penanaman, program pemupukan dengan cara berkelanjutan pada tanaman karet wajib diperbuat dengan dosis yang sebanding dua kali pemberian dalam setahun. Jadwal pemupukan pada semeseter I yakni pada Januari/Februari dan pada semester II yaitu Juli/Agustus. Seminggu sebelum pemupukan, gawangan lebih dahulu digaru dan piringan tanaman dibersihkan. Pemberian SP-36 biasanya diperbuat dua minggu lebih dahulu dari Urea dan KCl.

Sementara itu untuk tanaman kacangan penutup tanah, diberbagi pupuk RP setidak sedikit 200 kg/ha, yang pemberiannya bisa dilanjutkan hingga dengan  tahun ke-2 (TBM-2) apabila pertumbuhannya tak lebih baik.

Bagi kamu semua yang terbukti berminat dalam dunia pertanisan karet kalau mau mulai dari awal wajib lah dipikirkan secaramatang matang sebab dari proses penanaman hingga ke dalam proses penyadapan alias proses panen itu lumayan lamam kurang lebih 5-6 tahun telah bisa di sadap bakal namun untuk hasil yag lebih maksimal lebih baik samapi berusia 7 tahun jadi batang pohon sangatlah siap utuk disadap

0 komentar:

Posting Komentar