Selasa, 12 Februari 2019

Cara Ternak Burung Perkutut Dengan Mudah Beserta Tipsnya

Burung perkutut ini bentuk fisiknya hampir mirip dengan burung Puter ataupun burung Dekuku bukan hanya betuk fisiknya saja yang mirip bakal tetapi suara dari burung urung ini juga hampir-hampir mirip. bisa dibilang burung ini adalah satu spesies sebab semuanya hampir sama baik besarnya, warna bulunya bentuk dan corak bulunya semuanya hampir sama. Beternak burung perkutuk ini intinya sama denga beternak burung yang lainnya wajib meerlukan kepiawaian dalam berternak dan tekun dalam meperbuat faktor tersebut, rajin dan disiplin juga.heheheh

Ternak burung saja wajib disiplin juga...?????
Hal ini tetntu butuh yang nantinya berkaitan dengan sukses tidaknya berternak burung perkutut.

Cara Ternak Burung Perkutut Dengan Mudah Beserta Tipsnya


Buat sobat burung yang ingin beternak perkutut, bila tak memungkinan beternak perkutut ditempat yang luas, siapa tahu bisa juga diperbuat dalam sangkar gantung, ukuran sangkarnya sendiri bisa memakai sangkar burung ocehan yang berbentuk kotak dengan ukuran 60x60x75 alias memakai kandang untuk kacer, murai batu ataupun cucak hijau yang tak terpakai, yang penting terus besar ukuran kandangnya terus leluasa burung perkutut bisa bergerak.

Siapkan dahulu area sarangnya di dalam sangkarnya dengan bahan sarang yang telah lalu didalamnya. Seusai itu barulah ke-2 burung perkutut dimasukan dalam sangkar penangkarannya.

Apabila telah berjodoh perkutut bisa saling meloloh lalu kerjakan ritual ngecer dan diakhiri dengan ritual kawin yang sebetulnya. Sistem ngecer ini biasanya ditangani tak lebih lebih 4-5 kali, burung jantan bisa menaiki burung betina melalui sisi kiri alias sisi kanannya untuk lalu hinggap di sampingnya, maka dari itu diperlukan kandang yang besar supaya ke-2 burung lebih leluasa berlatih pemanasan sebelum bakal kawin.


Cara Ternak Burung Perkutut Dengan Mudah

Kandang penangkaran burung perkutut
Kandang penangkaran  bisa dibangun oleh siapa saja, sebab bentuk dan ukurannya sangat sederhana. Yang penting burung dikandang bisa terbang dan mengepakan sayap secukupnya. Beberapa model dan tampilan kandang tak sedikit dikembangkan oleh para peternak. Dari kandang ukuran ideal hingga kandang yang apa adanya mekegunaaankan sangkar ranji yang berbentuk persegi .

Kandang penangkaran, faktor yang butuh diperhatikan dan penting adalah posisi penempatan kandang. Jangan hingga kandang ditempatkan  pada ruang yang tertutup yang tak terkena sinar matahari langsung. Usahakan penempatan kandang di tempat terbuka alias beberapa jam kandang mendapat sinar matahari langsung, terutama sinar pagi hari dn apabila memungkinkan kandang menghadap ke timur.

Struktur penempatan kandang bisa diperbuat dengan cara berkelompok berhadap-hadapan menjadi satu atap . Tahap tengahnya bisa dipakai sebagai pintu utama. Kondisi ini lebih aman, selagi kami dalam kandang sebab pintu mutlak tertutup.
Ukuran kandang ideal|
Ukuran kandang mestinya tak baku tergantung dari lahan yang dimiliki oleh peternak, tetapi betapa baiknya apabila bakal menentukan kesuksesan ternaknya.

Ukuran kandang ideal bagi penangkaran perkutut ialah tinggi 180 cm, panjang 125 cm – 150 cm alias makin panjang, dan lebar 60 cm – 90 cm. apabila lahan yang terdapat tak mencukupi untuk membikin kandang ukuran ideal, bisa juga diperkecil ( T. 150 x P. 100 x L. 50 ) cm. Lantai bisa dipakai pasir, pasir yang keren adalah pasir pantai yang putih alias pasr yang bercampur dengan batu bata merah yang telah ditumbuk. Lntai dari semen pun tak menjadi persoalan. Pasir dipakai untuk menjaga kelembapan dan untuk kipu dan asinan burung.

Atap bisa dipakai genting, asbes gelombang, kayu, alias fiber tetapi yang tak tembus cahaya. Atap jangan sekali-kali memakai seng sebab seng bisa menyebabkan suhu kandang menjadi panas jadi bisa mengdampakkan telur kopyor.

Kontruksi kandang
Kontruksi kandang bisa dipakai kayu, bambu, besi, ataupun aluminium, yang penting kontruksi kandang kuat dan kokoh jadi bisa menahan beban atap alias yang lain jadi tak bakal roboh.

Sirkulasi udara
Dalam penempatan kandang ternak juga wajib diperhatikan sirkulasi udaranya, sebab burung perkutut tergolong fauna yang menyukai angin sepoi-sepoi. Angin jangan terlalu kencang, apalagi basah. Faktor ini bisa menyebabkan tubuh perkutut rentan dan mudah sakit, apalagi bayi piyikan.

Apabila sirkulasi udara tak baik, pada siang hari suhunya menjadi panas, mengdampakkan suhu dalam kandang bakal meningkat, perkutut enggan bertelur dan apabila telah ada, telurnya bakal kopyor. Oleh sebab itu, untuk membikin kandang penangkaran, butuh dipikirkan bagaimana mengatur sirkulasi udara.



Memilih indukan
Dalam beternak perkutut pastinya bakal rutin menghadapi beberapa persoalan. Untuk itu, dipersiapkan mental bagi peternaknya dahulu. Tidak hanya mental, dituntut juga lebih sabar dan teliti dalam memilih calon indukan.

Memilih induk burung perkutut yang baik
Ciri – Ciri indukan yang baik dengan cara umum, antara lain:
1)    Badan bongkok dan agak panjang
2)    Kepala agak besar dan berkesan gagah
3)    Batok kepala berparit dalam dan panjang
4)    Paruh lurus, tahap bawah tebal
5)    Celah hidung sempit dan lurus
6)    Mata agak lebar dan tajam
7)    Sisik kaki rapi
8)    Rongga suara besar
9)    Supit renggang dan tebal
10)    Warna bulu cerah dan tegas

Ciri fisik burung perkutut yang baik

a.    Induk jantan
Dalam menentukan induk jantan, para peternak umumnua memperhatikan fisik, irama suaranya, dan genetisnya. Berikut ini beberapa pedoman sederhana untuk memilih induk jantan dilihat dari sisi fisik dan irama suaranya.

1.    Fisik
Ciri fisik yang butuh di amati yaitu:
A)    Sruktur tulang dada.
Terus lebar tulang dada, performa bernapas terus baik jadi suaranya bakal lebih panjang.

B)    Struktur kantung suara
Terus besar kantung suara, terus baik irama suaranya.

C)    Struktur tubuh
Tubuh yang kokoh dan gagah saat bertengger terus rajin frekuensi suaranya.

D)    Bulu
Bulu y6ang halus dan mengkilat pada dada, terus halus dan bening suaranya, apabila bulu dada halus, tetapi suram suara halus tetapi serak.

2.    Irama suara
Patokan untuk menentukan nilai suara perkutut dengan cara tradisional, yaitu:
a)    Irama suara depan
b)    Irama suara tengah
c)    Irama suara ujung
d)    Induk betina

Beberapa barometer untuk memilih induk betina, antara lain:
1)    Postur tubuh wajib tegap
2)    Struktur tulang dada wajib lebar, dan
3)    Irama suara disesuaikan dengan suara induk jantan.

Berikut ini beberapa tehnik perjoohan calon induk perkutut;

a.    Bulu sayap direkat
Sifat perkutut jantan lebih agresif dibanding perkutut betina, bahkan ada yang lebih ganas. Umumnya, saat dijodohkan, perkutut jantan rutin mengejar dan mematuki perkutut betina, dan apabila ini dibiarkan, bakal mengdampakkan cedera pada perkutut pasangannya. Untuk mengatasi faktor itu, diupayakan bulu sayap induk jantan tak lebih lebih 4-5 helai, baik kiri maupun kanan direkat, dengan isolasi alias lebih ekstrem lagi bulu sayap diserit. Faktor ini untuk mengurangi daya serang perkutut jantan kepada perkutut betina dan mengalihkan perhatian.

b.    Mengurung sangkar dalam kandang
Perkutut dimasukkan dalam kandang perjodohan, tetapi salah satu induk di tempatkan dalam sangkar, kemudian sangkar dimasukkan  kedalam kandang perjodohan. Sebaiknya, induk betina yang berada dalam sangkar. Apabila psangan induk mulai akrab, perkutut yang ada di sangkar dilepas ke kandang perjodohan.

c.    Mendekatakan sangkar

Induk perkutut sebelum dilepaskan dalam kandang penangkaran dipertemukan terlebih dahulu dengan tutorial mendekatkan kedua induk yang tak sama sangkar. Apabila kedua induk telah timbul tanda-tanda akrab, segera masukkan ke kandang penangkaran. Cepat lambatnya tutorial ini tergantung dari sifat kedua induk perkutut.

d.    Satu jantan tak sedikit betina

Cara ini dipakai bagi induk jantan yang mempunyai sifat agresif dan ganas. Caranya, satu ekor perkutut jantan dilapaskan pada kandang perjodohan yang telah berisi tak sedikit perkutut betina. Dengan harapan, perkutut jantan bisa memilih pasangannya sesuai dengan selera.apabila perkutut jantan telah menmukan jodohnya, pasangan induk diambil dan dimasukan kedalam kandang penangkaran.

c.    Makanan Perkutut

1.    Pemberian Makanan
Pakan perkutut  berupa biji-bijian, yang terdiri dari campuran jewawut, ketam hitam, milet, beras merah, gabah merah, canary seed, dan godem. Campuran makanan diusahakan sesuia dengan hobi burung., Makanan burung yang baik, keadaannya tetap baru dan segar, tak berbau. Makanan yang telah lama, jangan sekali kali disodorkan sebab bisa menyebabkan gangguan kesehatan burung. Biji- bijian bahan makanan wajib dipilih yang berisi, mentes, dan jangan hingga keropos, leluasa penyakit, dan bersih.

Pemberian pakan pada burung disesuaikan dengan kebutuhan,  faktor ini untuk menjaga kondisi tubuh burung. Burung yang diternakan dengan burung untuk lomba pemberian pakannya tak sama. Konsumsi pakan burung tak lebih lebih 10 % dari berat badan. Tetapi, supaya tak kehabisan pakan, sebaiknya diberi pakan yang lebih tak sedikit sebagai cadangan. Begitu juga pemberian minum jangan hingga kehabisan, air minum wajib rutin bersih, baru, dan segar.

Pada kandang ternak, sebaiknya diberi pasir, batu-batuan, alias pecahan batu bata merah. Pemberian ini dimaksud supaya burung bisa makan batu-batuan/pasir sebagai asinan dan sebagai alat bantu mencerna makanan dan adalah sumber mineral.


Trik Perawatan Bagi Indukan Perkutut

Bagaimana perawatan yang tepat supaya perkutut bisa segera kawin dan bertelur, silahkan simak beberapa trik berikut :

Perbuat penjemuran masing-masing pagi hari ( pastinya dengan sangkar gantungnya ) untuk merangsang burung cepat birahi, biasanya pada waktu penjemuran itu burung bisa kerjakan perkawinan. Ada waktu jalan seusai penjemuran berakhir.

Seusai kawin biasanya burung bisa bertelur dalam periode waktu 1-2 minggu, apabila telah terkesan tanda tanda bisa bertelur sebaiknya sangkar jangan hingga dipindah geser lagi, biarlah menempel dengan tembok supaya sangkar lebih kokoh dan tak gampang goyang.

Perkutut bisa mengerami telurnya selagi 2 minggu, apabila terkesan tanda tanda bisa menetas sangkar bisa dijemur kembali waktu pagi pagi hari tak lebih lebih jam 06. 30 selagi 5-10 menit saja, jangan hingga lama lama, dan penjemuran lantas jangan hingga pada waktu matahari sedang terik teriknya, seusai piyikan keluar bulu barulah ditambah lagi waktu penjemurannya lantas 10-15 menit.

Seusai anakan berumur 5-7 hari bisa segera dipasang ring pengenal.

Pada umur 7-8 kali inilah burung bisa diambil dan di satukan dengan burung puter ( dititipkan ) untuk diloloh. Seusai anakan dipisahkan dari indukannya kandang bisa dibersihkan supaya bisa dipakai indukan perkutut untuk bertelur lagi. Tetapi apabila kamu tak punya pengasuh lain ( burung puter ) untuk meloloh anakannya biarlah saja diloloh oleh induknya selagi beberapa bulan.

0 komentar:

Posting Komentar